Teori Organisasi Umum

1. Pengertian Organisasi
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.  Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
2. – Contoh Organisasi yang ada di Lingkungan Rumah
 1. Rukun Tetangga (RT)

tujuan dari pembentukan organisasi ini adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat
sekitarnya. Misalnya, pelayanan pembuatan KTP, atau urusan administrasi lainnya.

2. Rukun Warga (RW)
RW merupakan gabungan dari beberapa RT. RW dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat  yang tinggal di wilayah RW tersebut. RW dipimpin oleh seorang ketua RW yang dipilih oleh
ketua-ketua RT atau perwakilan dari warga RT yang tergabung dalam wilayah RW tersebut.

3. Desa/Kelurahan
Desa/Kelurahan adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yurdiksi.
Pengertian desa atau kelurahan berdasarkan UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah yaitu
Pemerintahan desa dipimpin oleh kepala desa yang di bantu oleh perangkat desa. Kepala desa dipilih
langsung oleh masyarakat desa tersebut. Perangkat desa terdiri atas sekretaris desa dan perangkat desa
lainnya.
Sedangkan kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang diangkat oleh bupati/walikota atas usul camat.
Dalam melaksanakan tugasnya lurah di bantu oleh perangkat kelurahan.

 – Contoh Organisasi yang ada di  Kost
   .Bisa buat kelompok belajar di kostan bersama teman-teman
   .saling adaptasi dari junior maupun senior
   .saling berbgai info atau sharing sama teman kostan
– Contoh Organisasi yang ada di Kampus
   -Organisasi Kemahasiswaan adalah suatu wadah bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi dalam rangka pengembangan mahasiswa. Pola pengembangan mahasiswa yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi memberikan kejelasan sebagai berikut:
a.
Pada Perguruan Tinggi dibentuk organisasi mahasiswa (Ormawa) baik tingkat universitas, fakultas, jurusan, dan program studi yang masing-masing mempunyai tujuan khas yang ingin dicapai. Tujuan khas itu tidak terlepas dari visi dan misi perguruan tinggi.
b.
Kegiatan Ormawa baik tingkat universitas, fakultas, jurusan, dan program studi berorientasi pada peningkatan prestasi.
c.
Mekanisme pemilihan kepengurusan dari berbagai Ormawa di atas merupakan sarana pengembangan sikap demokrasi pada mahasiswa untuk mengemukakan pendapat secara rasional dan bertanggungjawab, menghargai orang lain yang mempunyai pandangan yang berbeda tanpa menimbulkan konflik atau permusuhan.
d.
Ormawa harus dikelola secara transparan demi tercapainya visi dan misi organisasi. Dalam mengelola organisasi dengan prinsip good governance, terutama dalam akuntabilitas, transparan, kesetaraan dan tertib hukum.
Organisasi kemahasiswaan di dalam kampus (Intra kampus) diatur oleh Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan No. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan. Keputusan menteri tersebut di masing-masing perguruan tinggi dijabarkan dan dituangkan dalam petunjuk teknis dengan surat keputusan rektor. Di Universitas Negeri Padang penjabaran SK. Menteri tersebut disyahkan oleh Rektor, setelah sebelumnya dimusyawarahkan dan disepakati di lembaga mahasiswa tingkat Universitas yakni Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM).
Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam petunjuk teknis organisasi kemahasiswaan UNP berdasarkan keputusan rektor Nomor 55/J.41/KM/2004, kelembagaan mahasiswa terdiri dari, organisasi di tingkat universitas, fakultas dan jurusan/ program studi, secara lebih lengkap adalah sebagai berikut:
18
a.
Tingkat Universitas
1)
Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) sebagai organisasi legislatif dan normatif, penampung, penganalisis dan penyalur aspirasi mahasiswa di tingkat universitas.
2)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga pelaksana kegiatan (eksekutif) tingkat universitas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai lembaga pelaksana kegiatan-kegiatan, penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan mahasiswa dan kepedulian sosial yang meliputi: Pengkajian dan Pengembangan Ilmu dan Penelitian, Palang Merah, Pramuka, Resimen Mahasiswa, Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup, Kerohanian, Media Kampus, Komunikasi dan Penerbitan, Olahraga, Kesenian, Wadah Kajian Sosial Politik, dan Koperasi Mahasiswa.
b.
Tingkat Fakultas
1)
Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF) merupakan lembaga legislatif dan normatif sebagai penampung, penganalisisan dan penyalur aspirasi mahasiswa di tingkat fakultas.
2)
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) merupakan lembaga pelaksana kegiatan (eksekutif) di tingkat fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) merupakan unit yang memiliki spesialisasi pada bidang yang dibutuhkan oleh masing-masing fakultas.
c.
Tingkat Jurusan/ Program Studi
Himpunan Mahasiswa Jurusan/ Program Studi adalah organisasi mahasiswa yang berkedudukan di tingkat jurusan/ program studi yang bersifat penalaran dan keilmuan sesuai dengan jurusan/ program studi dan bidang ilmu masing-masing.
Sementara itu, di lingkungan mahasiswa juga dikenal organisasi di luar kampus (ekstra kampus) yang memiliki peran strategis dalam dinamika kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, khususnya pada kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa dalam percaturan dinamika kebangsaan. Kegiatan ekstra kampus ini juga sebagai upaya 19
membina dan melakukan proses pengkaderan bagi calon-calon pemimpin masa depan bangsa. Organisasi ekstra kampus ini tidak memiliki hubungan struktural dengan kelembagaan mahasiswa di kampus. Namun dalam percaturan lembaga mahasiswa nasional organisasi ekstra kampus ini memiliki jaringan yang cukup kuat dan dominan mewarnai dinamika kemahasiswaan di Indonesia sehingga banyak cendekiawan, pelaku bisnis, dan para pemimpin bangsa lahir dari proses pengkaderan pada organisasi ekstra kampus tersebut.
Organisasi mahasiswa ekstra kampus yang memiliki jaringan nasional yang cukup kuat diantaranya adalah :
a.
Organisasi mahasiswa antarperguruan tinggi menurut jurusan dan unit kegiatan, seperti organisasi kejurusanan, Contoh: Ikatan Mahasiswa Manajemen Indonesia (IMMI), Ikatan Mahasiswa Pendidikan Indonesia (IMPI), Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) untuk Unit kegiatan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) yang berpusat di Jakarta, organisasi mahasiswa berdasarkan kedaerahan seperti Ikatan Mahasiswa Sriwijaya Palembang, Ikatan Mahasiswa Pesisir Selatan, Ikatan Mahasiswa Pasaman dan lain-lain.

b.
Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) merupakan Organisasi Mahasiswa Islam yang bernaung dalam Ormas Islam Muhamadiyah yang didirikan pada sebelum munculnya gerakan Mahasiswa tahun 1966 dalam perjuangan menegakkan AMPERA.
c.
Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan organisasi pelajar Islam yang berazaskan Islam, lahir pada tanggal 4 Mei 1949, di tingkat mahasiswa PII merupakan kelanjutan dari proses pengkaderan bagi siswa SLTA/SLTP yang telah mengikuti Pendidikan dasar (Basic Training).
d.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), merupakan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus yang lahir pada akhir tahun 1998 seiring dengan perjuangan reformasi, organisasi ini sekarang cukup berkembang dan telah memiliki jaringan yang cukup kuat dengan berbasis pada Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan mewarnai kehidupan kampus.

e.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), merupakan organisasi kader yang lahir pada bulan Februari 1947, memiliki jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, bertujuan untuk terciptanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang berlandaskan Islam demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. HMI mengemban misi keumatan dalam menegakan syiar Islam dan misi kebangsaan untuk mempertahankan kejayaan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (NKRI), organisasi ini telah teruji melahirkan kader kepemimpinan nasional baik di lembaga-lembaga pemerintah, akademisi, BUMN/Koperasi/ swasta, Organisasi Kemasyarakatan, partai-partai politik dan lembaga legislatif.
f.
Dan lain-lain.
Untuk mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi kemahasis-waan di luar kampus, mahasiswa bisa mengikuti prosedur di masing-masing organisasi tersebut. Organisasi tersebut tidak memiliki sekretariat (office) di dalam kampus dan juga tidak memperoleh bantuan dana kegiatan dari kampus. Resiko atau akibat dari keterlibatan mahasiswa dengan kegiatan organisasi ekstra kampus tidak menjadi tanggung jawab kampus tetapi menjadi tanggung jawab pribadi ybs. Di samping itu tidak dibenarkan mengatasnamakan perguruan tinggi ( UNP) dalam kegiatan tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s