Makalah Ketua KPK: Seluruh Hasil Korupsi Akil Akan Disita

Ketua KPK: Seluruh Hasil Korupsi Akil Akan Disita

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan atas kehadirat Allah SWT,  karena atas  limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini berisi tentang resensi artikel yang dimuat di koran Kompas pada Selasa, 12 November 2013 | 18:20 WIB dan dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia II di Universitas Gunadarma tahun 2013

Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat arahan dan bimbingan dari Bpk. Jono Suroyo selaku dosen dari mata kuliah Bahasa Indonesia II, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materi. Kritik konstruktif dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga artikel yang dibahas pada makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembacanya.

 

Depok, 30 November 2013

                                                                                                                      Fajar Meilisa

 

 

DAFTAR ISI

 

Halaman Judul……………………………………………………………………………………………………………………………………. i

Kata Pengantar.…………………………………………………………………………………………………………………………………. ii

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………………………………iii

BAB 1 Pendahuluan

1.1 . Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………………………….1

1.2. Ruang Lingkup………………………………………………………………………………………………………………………………1

1.3. Tujuan penulisan……………………………………………………………..…………………………………………………………..1

BAB 2 Pembahasan.…………………………………………………………………………………………………………………………….2

BAB 3 Penutup

3.1. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………………………………..5

3.2.Saran………………………..…………………………………………………………………………………………………………………..5

Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………………………………………………………….6

 

 

BAB 1 PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Pemberantasan korupsi di Indonesia telah berjalan cukup lama. Berbagai upaya represif dilakukan terhadap para pejabat publik atau penyelenggara negara yang terbukti melakukan korupsi. Sudah tidak terhitung telah banyak pejabat negara dan wakil rakyat yang merasakan getirnya hidup di hotel prodeo. Berdasarkan sejarah, selain KPK yang terbentuk di tahun 2003, terdapat 6 lembaga pemberantasan korupsi yang sudah dibentuk di negara ini yakni; (i) Operasi Militer di tahun 1957, (ii) Tim Pemberantasan Korupsi di tahun 1967, (iii) Operasi Tertib pada tahun 1977, (iv) tahun 1987 dengan Tim Optimalisasi Penerimaan Negara dari sektor pajak, (v) dibentuknya Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TKPTPK) pada tahun 1999, dan (vi) tahun 2005 dibentuk Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor). Pada tahun 2011, Country rank Year CPI Score Indonesia baru sebesar 3,0.  Country rank Year CPI Score mengurutkan negara-negara dalam derajat korupsi tertentu yang terjadi pada para petugas publik dan politikus. Indeks ini merefleksikan pandangan pelaku bisnis dan pengamat dari seluruh dunia termasuk para ahli yang menjadi penduduk pada negara yang dievaluasi.

Sedangkan Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sedang berjuang dan mendambakan terciptanya good governance. Namun, keadaan saat ini menunjukkan bahwa hal tersebut masih sangat jauh dari harapan. Kepentingan politik, KKN, peradilan yang tidak adil, bekerja di luar kewenangan, dan kurangnya integritas dan transparansi adalah beberapa masalah yang membuat pemerintahan yang baik masih belum bisa tercapai. Untuk mencapai good governance dalam tata pemerintahan di Indonesia, maka prinsip-prinsip good governance hendaknya ditegakkan dalam berbagai institusi penting pemerintahan. Dengan melaksanakan prinsip-prinsip good governance maka tiga pilarnya  yaitu pemerintah, korporasi, dan masyarakat sipil hendaknya saling menjaga, saling support dan berpatisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan yang sedang dilakukan.

 

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan tentang topic Korupsi, rumusan masalah yang dapat diajukan sebagai berikut

  1. Apa itu Korupsi?
  2. 2.        Apa yang melatar belakangi terjadinya korupsi?
  3. Bagaimana upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa?
  4. 4.         

1.3. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian korupsi.

2. Untuk mengetahui penyebab atau latar belakang terjadinya korupsi.

3. Untuk mengetahui macam-macam dari korupsi.

4. Untuk mengetahui dampak adanya korupsi.

 

 

BAB 2 PEMBAHASAN

 

Kata “korupsi” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaaan) dan sebagainya untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Perbuatan korupsi selalu mengandung unsur “penyelewengan” atau dis-honest (ketidakjujuran). Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28Tahun 1999 tentang Penyelewengan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dise-butkan bahwa korupsi adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pidana korupsi. Dan ini contoh pembahasan yang akan saya bahas yaitu tentang

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad berjanji akan menyita dan memblokir seluruh harta kekayaan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar yang berasal dari tindak pidana korupsi. Pasalnya, KPK telah menetapkan Akil sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar (kanan) keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, Minggu (6/10/2013), usai mengikuti tes urin oleh Badan Narkotika Nasional. KPK yang menggeledah ruangan Akil di Gedung MK, usai pengangkapan dirinya, menemukan beberapa jenis narkoba di laci kerja Akil.

“Akil kan akan di-TPPU-kan. Semua aset yang berkaitan dengan tindak pidana itu akan dilakukan pemblokiran dan penyitaan,” kata Abraham seusai menghadiri pelantikan Dirjen Pas di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Selasa (12/11/2013) sore.

KPK menetapkan Akil sebagai tersangka untuk tiga kasus sekaligus. Selain disangka menerima suap terkait Pilkada Lebak dan Gunung Mas, Akil diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait perkara lain yang ditanganinya di MK. Mantan politikus Partai Golkar itu juga dijerat dengan undang-undang tentang tindak pidana pencucian uang.

Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa

  1. Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik.
  2. Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh.
  3. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional.
  4. Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya.
  5. Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Untuk dapat mewujudkan goog govermance di Indonesia maka yang perlu dilakukan membenahi masalah korupsi dengan cara membuat dasar hukum yang kuat lebih dahulu,program pemberantasannya harus di jalankan secara sistematis dan terintegrasi, melakukan upaya pencegahan,misalnya dengan mengganti sumber daya manusia yang tdak baik dalam pemerintahan terutama yg menjadi anggota lembaga pemberantas korupsinya.

3.2 Saran

Jalankan semua fungsi antikorupsi yang dibentuk dan ganti semua sumber daya   manusia yang tidak baik dalam pemerintahan terutama dalam LPKI serta berilkan sanksi yang dapat membuat para koruptor jera dan membuat pejabat lain takut untuk melakukan korupsi.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://muhammadredja.wordpress.com/pkn/contoh-makalah/

http://selpawaani.blogspot.com/2013/05/makalah-tentang-kinerja-lembaga.html

https://kugukugu.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=109&action=edit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s